Pertemuan 06 Juni 2012 | Warung Kopi AGP

Loker_Data_Doc_Gambar_AGP_06062012

Ballpoint Di Kertas A4 80gr | Gambar Oleh Arti Pijar

Loker_Data_Doc2_Gambar_AGP_06062012

Ballpoint Di Kertas A4 80gr | Gambar Oleh Sony

Loker_Data_Doc_Bon_AGP_06062012

Bukti Pembayaran Pesanan Di Warung Kopi AGP | Di Tulis Tangan Oleh Young Kadeer (Kinetik) dan Cak Pay (AGP) Di Sobekan Notes | Di Bayar Oleh Sigit S

***

Kami bertemu, kami berbicara, kami membuat, kami tertawa

“Malam ini kami berkumpul kembali, bukan seperti ajang reuni atau temu kangen, karena hampir beberapa bulan tidak bertemu. Kita bertemu seperti biasanya, setiap hari bertemu, kita berkumpul sebagaimana kebiasaan kita berkumpul. Tapi malam ini kami berkumpul dengan atmosfir yang berbeda, dengan keadaan yang berbeda dan dengan maksud yang berbeda. Luar biasa senangnya pertama saat saya melihat semangat teman-teman yang nampak saat itu, otak-otak kreatif mereka kembali memikirkan hal-hal yang ringan namun berarti, kita kembali berbicara mengenai audio visual, tehnik, pengalaman dan pengetahuan. Ditemani kopi dan rokok seperti biasa, membawa secarik kertas dengan bulpoin yang menari diatasnya seperti biasa, dan merekam aktivitas juga seperti biasa. Namun perbedaan nampak dari obrolan kita, secara tidak sadar sudah jauh berbeda seperti pertemuan-pertemuan biasanya, seperti metamorfosis, perubahan pola komunikasi kami nampak terlihat sebagai awal yang indah. Tahun yang bertambah memberikan warna yang berbeda saat berdiskusi, dan tidak berhenti untuk tetap belajar dari pengalaman”.

By : Sigit S

***

“Malam ini kita berkumpul lagi, ngopi, makan mie, bercanda (gojlokan), ngobrol, diskusi, apapun. Kami kumpul di warung AGP (Arek Gresik Punya), tidak jauh dari kampus. Ngobrol sambil bercanda (gojlokan) sudah dimulai, kopi dan rokok menemani, tapi yang jadi bahan obrolan gojlokan sudah berbeda dengan setahun beberapa bulan kemarin, kalau dulu kita ngeggosip tentang perempuan; mulai siapa dekat dengan siapa, sampai suka cita tentang per kuliahan yang tak kunjung selesai. Malam ini gojlokan berubah tentang seputaran pekerjaan, perkara lamar melamar anak orang, yang sebulan lalu kumpul masih sendiri, sekarang sudah ada yang ngajak pacarnya, yah pokoknya banyak yang berubahlah dari pada tahun lalu, diskusi juga, yang mudah-mudahan berubah dan berkembang dari hasil yang di diskusikan. Bergerak!!!”

By : youngkadeer

***

Saat itu jam 18.30 di jam tangan saya, dan saya masih berada di kampung malang di markas KINETIK dan Orange House Studio.. Tanpa basa basi Saya berangkat menuju AGP yg berada di kawasan rungkut dekat kampus UPN veteran, dimana tempat saya menuntut ilmu yg belum selesai sampai sekarang, saat perjalanan menuju AGP saya teringat untuk membeli pulsa dan teringat kembali untuk mampir ke rumah Koko, saudara saya. Tak terasa jam di tangan sudah menunjukan 21.05 dan saya harus bergegas menuju AGP.

Saat sampai disana sudah terlihat Rombeng, Juve, Sony, Yoyo dan teman-teman yg lain. Saat hendak memarkir, ternyata sigit dateng juga, yaudah akhirnya kita memesan segelas teh hangat dan dua batang rokok samsu, ditambah pesanan mie kuah dari sigit, kemudian segera bergabung dengan teman-teman yg ternyata sudah menunggu, malam itu terasa hangat dengan obrolan-obrolan ringan dan bercanda soal KINETIK untuk kedepan, sambil menunggu Kadir dan Pijar yg masih di kampus UPN. Obrolan di mulai sedikit, tentang rancangan program yg akan di kerjakan, sebenernya ini adalah pertemuan ke dua dimana pertemuan pertama dilakukan di Kampung Malang. Kita berbicara santai, kadang serius, di sertai becandaan minta traktiran dari Sony, yg katanya udah jadian sama Kity.

Kadir dan pijar datang berboncengan, kita pun memulai ngobrol santai soal rancangan program karena sebagian teman-teman pada pertemuan pertama ga bisa datang, di mulai dari Juve yang memulai obrolan dengan mengeluarkan sebuah note dan flipchart yg berisi ide dari teman-teman yang sedikit banyak di sampaikan pada pertemuan pertama kemarin. Juve menjelaskan mulai dari awal kenapa program itu ingin dibuat dan tujuan program itu ingin dibuat, dan terkadang obrolan Juve di tambahi oleh Kadir untuk menjelaskan program tersebut. AGP sangat ramai malam itu, yang kebanyakan juga teman-teman kampus. Pijar terkadang menimpali omongan karena dia sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Obrolan pun mulai menghangat, Rombeng yg tidak datang pada pertemuan pertama, dia juga menambahkan sedikit ide untuk rancangan program tersebut, di sebelah rombeng pun terlihat Sony dan Kadir yg mulai mengambil kertas dan bullpen, mereka mulai menggambar sesuai kebiasaan mereka. Ditengah obrolan terselip satu gagasan yg belum tersampaikan atau belum ketemu pemecahannya, yaitu soal nama.

Kita tertawa karena ada omongan dari Pijar “aku males nek mbahas jeneng, pasti engkok suwi dan ga ketemu-temu” pijar berbicara dengan nada ketawa dan semua pun ketawa. Sampai akhirnya dari obrolan tersebut sudah sedikit ketemu, apa yg akan dijalankan dalam program tersebut dan mulai pembagian tugas masing masing untuk apa yg dikerjakan. Ide lain datang dari Sigit, Sony, Yoyo, Rombeng, Kadir.  Juve masih menjelaskan dan menulis ide yg di sampaikan oleh teman-teman, sampai akhirnya Pijar bergabung mendekat dan duduk di sebelah saya sambil ikut ngobrol memberi masukan. Pijar juga ikut menggambar seperti Sony dan Kadir, dan obrolan malam itu sangat hangat dan santai. Akhir dari obrolan tersebut adalah soal nama yg belum ketemu, dan teman-teman selalu tertawa dan bilang “pasti susah kalo mikir soal nama”.

Karena saat itu jam sudah menunjukan pukul 00.00, saya dan Pijar harus segera pulang karena besok pagi ada urusan kerjaan, di saat akhir obrolan itu pijar menyelesaikan gambarnya dan ditunjukan pada teman-teman karena dia menggambar situasi agp dan saat kita ngobrol tadi, saya dan pijar pun terpaksa mengakhiri obrolan hangat tersebut lebih dulu.

By Eko Ende

***

Yang namanya rejeki emang ga kemana… // Malam di AGP kita berkumpul bersama, seperti biasa / Walau tak tepat waktu kami saling menunggu, kami pasti bersatu / Dibawah langit bertabur bintang (agak lebay dikit), kami bercanda tawa / Tak lupa pekat kopi dan hembusan asap rokok eceran // Dari sekian kepala kita benturkan bersama, mencari jalan keluarnya bersama / Menyatukan apa-apa saja, ide, cerita, khayalan, mimpi serta harapan / Tak berhenti kami mengumbar tawa, disela jumlah pesanan yang terus bertambah / Malam itu kami bercerita, tentang segala masa // Seolah semua telah ada yang mengaturnya, tanpa diduga semua menjadi nyata / Saat habis tiba waktu kami berpisah (waktunya pulang nih), dikejutkannya kami oleh pemuda / Sigit namanya, hitam manis, baik hati dan masih sendiri (setidaknya saat ini) / Dia mencoba untuk mencatat semua pesanan kami, para pemuda-pemudi masa kini / Yang sedang menikmati jeda waktu warung kopi // Terima kasih Sigit, traktiranmu meredam emosi, dan membawa kami pada senyum tinggi / Yang namanya rejeki emang ga kemana…

 By: Juve Sandy

***

Foto Oleh : Arti Pijar & Eko Ende

Loker_Data_Doc_Foto_Kinetik_06062012

Loker_Data_Doc_Foto2_Kinetik_06062012

Loker_Data_Doc_Foto3_Kinetik_06062012

Loker_Data_Doc_Foto4_Kinetik_06062012

***

Catatan Malam; Hari ini nama blog telah ditentukan, dari sepenggal di tengah obrolan. Rombeng memberikan diakhir obrolan, “Loker”. Dan disempurnakan, juga disetujui menjadi “Loker Data”. Semoga barokah, Amin :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s